<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710</id><updated>2011-11-27T16:00:49.771-08:00</updated><category term='Secondary Processing'/><category term='Crude Oil'/><category term='Sifat Dasar'/><category term='Lube Oil'/><category term='Primary Processing'/><category term='Produk CDU'/><category term='Process Variable'/><category term='Catalytic Reforming'/><category term='Oil Refinery'/><title type='text'>Oil Refinery Process atau Proses Pemurnian Minyak Bumi</title><subtitle type='html'>Oil Refinery, primary process, secondary processing, thermal cracking, hydro treating process, termasuk trouble shooting dan equipment for oil processing</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-3425269448229894454</id><published>2011-10-18T00:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-18T00:42:12.122-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lube Oil'/><title type='text'>Lube Oil - Intoduction</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lube Oil atau Minyak Pelumas dapat didefinisikan sebagai suatu bahan atau zat kimia (hydrocarbon) yang umumnya berwujud cairan yang harus berada di antara dua permukaan atau benda yang bergerak untuk mengurangi gesekan antar permukaan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana diketahui bahwa pada berbagai jenis mesin dan peralatan yang sedang bergerak, akan terjadi peristiwa pergesekan antara logam yang berakibat akan terjadi peristiwa pelepasan partikel partikel dari pergesekan tersebut. Keadaan dimana logam melepaskan partikel disebut aus atau keausan.  Peristiwa keausan sendiri akan sangat mempengaruhi kinerja mesin atau peralatan yang bergesek tersebut, serta memperpendek umur dari mesin atau peralatan. Disinilah pentingnya pelumasan dilakukan untuk melindungi bagian yang bergesek tersebut, dimana dengan pelumasan yang tepat dapat mengurangi keausan yang lebih parah,  memperlancar kerja mesin dan memperpanjang usia dari mesin dan peralatan itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Klassifikasi Lube Oil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lube Oil diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bahan baku untuk lube base&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lube oil berasal dari beberapa bahan baku yaitu :&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mineral&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaitu berasal dari fraksi tertentu dari minyak bumi yang diambil melalui proses penyulingan (atmospheric dan vacuum) untuk memisahkan fraksi-fraksi minyak tersebut. Minyak bumi yang paling baik digunakan untuk bahan baku lube base oil adalah yang bersifat parafinik atau yang memiliki rantai karbon lurus dan jenuh. Sedangkan jenis lainnya seperti Aromatic dan naphthenic memiliki kelemahan dalam hal ketahanan terhadap suhu dan juga fungsi pelumasannya relative rendah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa bahan baku untuk lube base oil yang terbaik saat ini adalah hasil dari perengkahan rantai karbon panjang dengan menambahkan hydrogen selama proses perengkahan (dikenal dengan proses hydrocracker). Lube base dari bahan ini mendapat peringkat terbaik untuk kemampuan pelumasan, ketahanan terhadap suhu rendah, ketahanan terhadap oksidasi dan yang paling rendah tingkat penguapannya. Sebagai informasi di Indonesia produksi lube base dengan bahan baku dari hydrocracker baru ada 1 pabrik yaitu di Dumai Riau. Pabrik tersebut dioperasikan oleh PT. Patra SK sebuah perusahaan patungan antara PT. Pertamina (persero) dengan SK Energy (Korea Selatan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga saat ini pelumas dengan bahan baku mineral yang paling banyak beredar di pasaran.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Bahan Baku Nabati&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaitu yang terbuat dari bahan lemak binatang atau tumbuh-tumbuhan. Sifat penting yang dipunyai pelumas nabati ini ialah bebas sulfur atau belerang, tetapi tidak tahan suhu tinggi, sehingga untuk mendapatkan sifat gabungan yang baik biasanya sering dicampur dengan bahan pelumas yang berasal dari bahan minyak mineral, biasa disebut juga compound oil.&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Bahan Baku Sintetis&lt;/b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yaitu pelumas yang bukan berasal dari nabati ataupun mineral. Minyak pelumas ini berasal dari suatu bahan yang dihasilkan dari pengolahan tersendiri. Pada umumnya pelumas sintetik mempunyai sifat-sifat khusus, seperti daya tahan terhadap suhu tinggi yang lebih baik daripada pelumas mineral atau nabati, daya tahan terhadap asam, dll&lt;/div&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berdasarkan Wujudnya&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan wujud atau bentuknya pelumas dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu pelumas padat dan cair. Pelumas cir di Indonesia juga dikenal dengan sebutan Oli. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelumas berbentuk padat contohnya adalah grease atau lebih dikenal dengan gemuk. Secara umum definisi grase adalah : pelumas yang dikentalkan dengan bahan sabun atau non sabun agar memenuhi consistency/hardness  (pada pelumas cair dikenal sebagai kekentalan) tertentu.&lt;/div&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya masih ada pembagian lain berdasarkan Kekentalan atau &lt;i&gt;Viscosity&lt;/i&gt;, berdasarkan penggunaannya, namun pembagian ini lebih kepada aspek peruntukan dari pelumas itu sendiri. Hal itu akan dibahas tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun terdapat beragam pelumas berkualitas tinggi, namun pada intinya yang menentukan mutu dan penggunaan dapat didasarkan pada 3 faktor :&lt;br /&gt;1. Bahan dasar ( based oil ).&lt;br /&gt;2. Teknik dan pengolahan bahan dasar dalam pembuatan pelumas.&lt;br /&gt;3. Bahan bahan additif yang digunakan atau dicampurkan kedalam bahan dasar untuk mengembangkan sifat tertentu guna tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya base oil mempunyai segala kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam pelumasan. Tanpa aditifpun, sebenarnya minyak dasar sudah mampu menjalankan tugas-tugas pelumasan. Namun unjuk kerjanya belum begitu sempurna dan tidak dapat digunakan dalam waktu lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun parameter-parameter utama yang harus diperhatikan dalam memilih pelumas adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Viscosity atau Kekentalan,&lt;/li&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;merupakan ukuran kecepatan bergerak atau daya tolak suatu pelumas untuk mengalir. Pada temperatur normal, pelumas dengan viscosity rendah akan cepat mengalir dibandingkan pelumas dengan viscosity tinggi. Biasanya untuk kondisi operasi yang ringan, pelumas dengan viscosity rendah yang diajurkan untuk digunakan, sedangkan pada kondisi operasi tinggidianjurkan menggunakan pelumas dengan viscosity tinggi &lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;li&gt;Viscosity Index (Indeks viskositas); merupakan kecepatan perubahan kekentalan suatu pelumas ddikarenakan adanay perubahan temperatur. Makin tinggi VI suatu pelumas, maka akan semakin kecil terjadinya perubahan kekentalan minyak pelumas meskinpun terjadi perubahan temperatur. Pelumas biasa dapat memiliki VI sekitar 100, sedang yang premium dapat mencapai 130, untuk sithetis dapat mencapai 250.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Flash point; titik nyala suatu pelumas adalah menunjukkan temperatur kerja suatu pelumas dimana pada kondisi temperatur tsb akan dikeluarkan uap air yang cukup untuk membentuk campuran yang mudah terbakar dengan udara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fire point; adalah menunjukkan pada titik temperatur dimana pelumas akan dan terus menyala sekurang-kurangnya selama 5 detik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pour point; merupakan titik temperatur dimana suatu pelumas akan berhenti mengalir dengan leluasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cloud point; keadaan dimana pada temperatur tertentu maka lilin yang larut di dalam minyak pelumas akan mulai membeku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aniline point; merupakan pentunjuk bahwa minyak pelumas tertentu sesuai sifat-sifatnya dengan sifat-sifat karet yang digunakan sebagai seal dan slang. Hal ini ditetapkan sebagai temperatur dimana volume yang sama atau seimbang dari minyak pelumas adan aniline dapat dicampur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Neutralisation Number or Acidity; merupakan ukuran dari alkali yang diperlukan untuk menetralisir suatu minyak Makin tinggi angka netralissasi maka akan semakin banyak asam yang ada. Minyak yang masih baru tidak mengandung asam bebas dan acidity numbernya dapat kurang atau sama dengan 0,1. Sedangkan pelumas bekas, akan mengandung acidity number yang lebih tinggi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ash; Apabila pelumas habis terbakar maka akan terbentuk abu (ash) atau abu sulfat. Hal ini berhubungan dengan pengukuran kemurnian suatu pelumas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-3425269448229894454?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/3425269448229894454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=3425269448229894454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3425269448229894454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3425269448229894454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2011/10/lube-oil-intoduction.html' title='Lube Oil - Intoduction'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-2803294419371919998</id><published>2009-05-14T17:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T17:55:22.085-07:00</updated><title type='text'>Platforming Process Variable - Dependent Variable</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catalyst Activity&lt;/span&gt; - Merupakan variable yang menunjukkan temperatur yang harus dioperasikan oleh katalis untuk menghasilkan kualitas produk tertentu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Temperatur yang dibutuhkan didefinisikan dengan WAIT, sedangkan kualitas produk didefinisikan dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Research Octane Number Clear&lt;/span&gt; (RONC)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awal beroperasi menggunakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;fresh catalyst&lt;/span&gt;, temperatur yang dibutuhkan hanya dipengaruhi oleh : feed stock properties, target RONC, dan tipe katalis. Namun setelah beroperasi selama waktu tertentu aktivitas menurun (ditandai dengan tingginya temperatur untuk mendapatkan ON yang sama) disebabkan adanya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;coke laydown&lt;/span&gt; di katalis. Perbedaan WAIT antara saat katalis masih fresh dengan saat katalis mengandung coke didefinisikan sebagai Delta WAIT.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Delta WAIT inilah yang dijadikan parameter dalam mengevaluasi aktifitas katalis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catalyst Selectivity&lt;/span&gt; - Menunjukkan kecenderungan catalyst dan kondisi operasi tertentu dalam menghasilkan produk yang diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catalyst Stability&lt;/span&gt; - Merupakan ukuran pembentukan coke pada katalis. Variable yang berpengaruh : RONC target, N+A feed, End point naphta, Tekanan reaktor dan rasio H2/HC.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-2803294419371919998?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/2803294419371919998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=2803294419371919998' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2803294419371919998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2803294419371919998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2009/05/platforming-process-variable-dependent.html' title='Platforming Process Variable - Dependent Variable'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-2944447238980089128</id><published>2009-04-11T21:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T21:54:45.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catalytic Reforming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Process Variable'/><title type='text'>Catalytic Reforming Process Variable</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Independent Variable&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2009/01/katalis-pada-proses-reforming.html"&gt;Catalyst type&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tipe katalis umumnya sudah dalam komposisi tailor dari vendor dengan mempertimbangkan aktifitas, selektifitas dan stabilitas yang sesuai dengan unit.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Temperatur Reaktor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan parameter kontrol utama untuk mendapatkan kualitas produk yang diinginkan (Octane Number) dalam proses Platforming. Temperatur maksimum proses Platforming adalah 543oC yang dapat menyebabkan reaksi thermal yang dapat menurunkan yield dan stabilitas katalis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kalkulasi yang biasanya digunakan adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;WAIT (Weight Average Inlet Temp.) = Σ (Fraksi berat katalis per reaktor x Temp. Inlet per reaktor)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;WABT (Weight Average Bed Temp.) = Σ (Fraksi berat katalis per reaktor x Average Temp. Inlet dan outlet per reaktor)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Semakin tinggi temperatur reaktor, makin tinggi ON yang didapat.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Space velocity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan ukuran jumlah Naphta yang diproses di sejumlah katalis di reaktor. Jika dalam satuan volume, disebut Liquid Hourly Space Velocity (LHSV), Jam-1&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;LHSV = Feed rate (m3/jam) / Volume katalis di rx (m3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Space velocity memiliki efek yang dominan terhadap kualitas produk (ON). Semakin tinggi space velocity (flow feed tinggi) pada WAIT yang tetap, akan menurunkan ON produk, sehingga agar ON tetap maka Temperatur harus dinaikkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tekanan Reaktor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tekanan reaktor umumnya diukur dari inlet reaktor terakhir jika 50% dari jumlah katalis ada di reaktor terakhir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tekanan reaktor mempunyai efek terhadap yield produk, temperatur reaktor yang dibutuhkan untuk mendapatkan kualitas tertentu dan stabilitas katalis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penurunan tekanan reaktor akan menambah yield produk, menurunkan temperatur yang dibutuhkan dan menambah coking rate di katalis (umur katalis pendek).&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H2/HC ratio&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan rasio mol antara gas Recycle Hydrogen dengan Naphta. Rasio ini mempengaruhi stabilitas (umur/cycle) katalis.&lt;br /&gt;Makin rendah rasio ini makin pendek cycle katalis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Charge Stock Properties&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/12/catalytic-reforming.html"&gt;Properties feed&lt;/a&gt; yang dimonitor pada proses Platforming adalah :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Impurities : Sulfur dan Nitrogen &lt;&gt;&lt;li&gt;Range boiling point : 77oC – 204oC&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kandungan Parafin, Naphtene dan Aromatic (PONA)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dependent Variable ... Next Post&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-2944447238980089128?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/2944447238980089128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=2944447238980089128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2944447238980089128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2944447238980089128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2009/04/catalytic-reforming-process-variable.html' title='Catalytic Reforming Process Variable'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-3443854341891345167</id><published>2009-01-21T07:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T07:57:04.271-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catalytic Reforming'/><title type='text'>Katalis Pada Proses Reforming</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana yang sudah dibahas pada &lt;a href="http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/12/catalytic-reforming-process.html"&gt;postingan sebelumnya&lt;/a&gt;, bahwa proses reforming pada pengolahan naphtha dibantu dengan menggunakan katalis. Katalis dalam ilmu kimia dikenal dengan suatu bahan yang terlibat dalam suatu reaksi kimia namun bahan tersebut tidak bereaksi. Fungsi Katalis itu sendiri berfungsi sebagai akselerator atau mempercepat reaksi kimia. Selain itu Fungsi katalis yang tak kalah pentingnya adalah selektifitas dimana dengan menggunakan katalis produk samping yang mungkin saja timbul pada suatu reaksi kimia dapat dieliminir. Komponen utama pada proses reforming adalah Platina (Pt).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Katalis untuk proses reforming mempunyai fungsi ganda (dual function) dimana reaksi yang terjadi dipengaruhi oleh sifat asam (Cl-) dan logam Pt dari katalis. Dalam katalis terdapat sebanyak 0.3 – 0.8 %-wt Pt (tergantung tipenya) dan mengandung Cl- sekitar 1 %wt – 1.3 %wt pada alumina base (tergantung tipenya) dan mempunyai luas permukaan(surface area)  antara 150 – 200 m2/gram.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alumina sendiri berfungsi asam, dimana fungsi asam ini makin diperkuat dengan adanya chloride (Cl-). Dalam hal ini fungsi Pt adalah memberikan aktivitas dalam reaksi dehidrogenasi (electron donor) sedangkan asam bersama alumina akan memberikan aktivitas reaksi isomerisasi (elektron akseptor).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/12/reaksi-reaksi-pada-proses-catalytic.html"&gt;Reaksi dehidrosiklisasi dan hidrokraking&lt;/a&gt; dipengaruhi oleh fungsi metal dan asam. Selama reaksi berlangsung diperlukan injeksi chloride (PDC) secara kontinyu untuk menjaga keasaman katalis yang tetap karena tanpa adanya injeksi maka chloride yang terdapat dalam katalis akan terlarut oleh air (moisture) yang terdapat/terikut dalam feed stock.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena ukuran logam Pt pada katalis sangat halus (±10Å) maka bisanya logam Pt ini dapat mengalami agglomerisasi bila temperatur reaktor terlalu tinggi (&gt;500oC) atau pada waktu regenerasi berlangsung, sehingga menyebabkan aktifitas katalis akan berkurang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian pengaturan keseimbangan aktifitas logam dan asam harus dijaga agar unjuk kerja dari katalis bisa optimal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-3443854341891345167?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/3443854341891345167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=3443854341891345167' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3443854341891345167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3443854341891345167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2009/01/katalis-pada-proses-reforming.html' title='Katalis Pada Proses Reforming'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-2823438735140467354</id><published>2008-12-19T09:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T09:26:14.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catalytic Reforming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secondary Processing'/><title type='text'>Reaksi-Reaksi Pada Proses Catalytic Reforming</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reaksi Dehydrogenasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reaksi dehydrogenasi sangat endothermis atau memerlukan panas, dipromote oleh fungsi metal dari katalis dan mudah terjadi pada suhu tinggi dan tekanan rendah. Reaksi ini bisa terlihat pada penurunan/beda temperatur reaktor terutama reaktor pertama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila penurunan temperatur reaktor yang besar, produksi hidrogen tinggi per bbl feed dan kemurnian hidrogen tinggi menunjukkan reaksi dehidrogenasi yang baik. Reaksi dehidrogenasi merupakan reaksi yang paling cepat dalam reaksi reforming, maka diperlukan penggunaan interheater di antara catalyst bed untuk menjaga suhu yang tetap cukup tinggi agar reaksi berlangsung lebih cepat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh reaksi dehydrogenasi yang terjadi :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alkyl cyclo hexane&lt;/span&gt; → &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;aromatic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SUvVTcbiwVI/AAAAAAAAACA/XZk_2p8U5Ek/s1600-h/reaksi+hydrogenasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 75px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SUvVTcbiwVI/AAAAAAAAACA/XZk_2p8U5Ek/s320/reaksi+hydrogenasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281549518047986002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reaksi Dehidrosiklisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siklisasi dari paraffin ke naphthene adalah reaksi yang paling sulit. Reaksi ini lebih baik pada tekanan rendah, temperature tinggi dengan metal/acid function. Naphthene dengan ring lebih kecil dari 6 atom karbon (misal 5) akan diisomerisasi menjadi 6 terlebih dahulu sebelum didehirogenasi ke aromatic.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Reaksi : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dehidrosiklisasi Heptane → metyl cyclohexane + H2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reaksi Isomerisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Formula molekulnya sama tetapi berbeda dalam struktur internalnya, lebih mudah terjadi pada temperatur rendah. Isomerisasi paraffin dan cyclopentane biasanya menghasilkan produk dengan angka oktan yang lebih rendah selain terbentuknya aromatic.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Methyl cyclopentane (RON 91) → cyclohexane (RON 83) (isomerisasi dengan bantuan Cl-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cyclohexane (RON 83) → Benzene (RON &gt;100&gt;(dehidrogenasi dengan bantuan Pt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reaksi Hidrokraking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reaksi hidrokraking adalah eksotermis yaitu reaksi memecah paraffin dengan molekul besar menjadi paraffin yang lebih ringan dan gas. Reaksinya memerlukan hidrogen sehingga menyebabkan penurunan kemurnian hidrogen, memperkecil penurunan delta temperatur pada reaktor terakhir serta menurunkan jumlah produk reformat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reaksi yang terjadi tergantung pada jenis paraffin yang terdapat dalam feed dan kondisi operasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Reaksi hidrokraking akan bertambah dengan :&lt;br /&gt;- Kenaikan temperatur&lt;br /&gt;- Kenaikan tekanan&lt;br /&gt;- Low space velocity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan jumlah aromatic yang lebih banyak, pengaturan kondisi operasi Catalytic Reforming akan berkontribusi untuk tujuan ini. Umumnya aromatic dapat diaakan bertambah dengan :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kenaikan temperatur (menaikkan kecepatan reaksi tetapi sebaliknya akan mempengaruhi keseimbangan reaksi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tekanan rendah (menggeser keseimbangan reaksi ke kanan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Low space velocity (mempercepat pencapaian keseimbangan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasio H2/HC rendah (menggeser keseimbangan reaksi ke kanan, tetapi tekanan partial H2 harus dijaga untuk mencegah pembentukan coke yang berlebihan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-2823438735140467354?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/2823438735140467354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=2823438735140467354' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2823438735140467354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2823438735140467354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/12/reaksi-reaksi-pada-proses-catalytic.html' title='Reaksi-Reaksi Pada Proses Catalytic Reforming'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SUvVTcbiwVI/AAAAAAAAACA/XZk_2p8U5Ek/s72-c/reaksi+hydrogenasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-1609287678890169469</id><published>2008-12-07T21:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T22:11:17.933-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catalytic Reforming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secondary Processing'/><title type='text'>Catalytic Reforming Process</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;REAKSI-REAKSI YANG TERJADI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komponen aromatic dalam feed stock biasanya cukup stabil melewati reaktor dan tidak berubah, sedangkan komponen Olefin biasanya terdapat dalam jumlah kecil (trace), sehingga sebagian besar reaksi yang terjadi dalam reaktor adalah perubahan struktur molekul dari Paraffins dan Naphthenes yaitu melalui reaksi cyclization dan isomerization akan diubah menjadi komponen-komponen yang beroktan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reaksi akan mudah terjadi bila jumlah atom karbon dalam satu molekulnya banyak/rantai panjang, oleh karena itu dipilih Heavy Straight Run (HSR) sebagai feed stock reformer. Fraksi C5 – 80oC dalam feed stock akan terurai menjadi Butane, atau fraksi yang lebih ringan, sedangkan bila feed stock mempunyai EP &gt; 204oC akan mudah terhidrokraking dan akan menyebabkan terbentuknya coke yang berlebihan di katalis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip reaksi yang terjadi pada platforming adalah:&lt;br /&gt;1. Dehydrogenasi, reaksinya adalah endothermic (membutuhkan panas)&lt;br /&gt;2. Dehydrocyclisasi, reaksinya adalah endothermic (membutuhkan panas)&lt;br /&gt;3. Isomerisasi, reaksinya adalah exothermic (mengeluarkan panas)&lt;br /&gt;4. Hydrocracking, reaksinya adalah exothermic (mengeluarkan panas)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proporsi reaksi yang terjadi tergantung pada kwalitas feed stock, type katalis yang digunakan dan severity dari operasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reaksi yang diinginkan terjadi pada proses catalytic reforming  adalah :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Paraffin diisomerisasi menjadi naphthene dan selanjutnya dihydrogenasi menjadi aromatic.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Olefin dijenuhkan menjadi paraffin dan selanjutnya akan mengalami reaksi isomeriasasi dan dehydrogenasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naphthene diisomerisasi menjadi lingkaran 6 atom karbon dan dehydrogenasi menjadi aromatic.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aromatic tidak terjadi perubahan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Reaksi yang tidak diinginkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dealkilasi dari rantai cabang pada naphthene dan aromatic menjadi butane dan paraffin yang lebih ringan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cracking pada paraffin dan naphthene menjadi butane/paraffin ringan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-1609287678890169469?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/1609287678890169469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=1609287678890169469' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/1609287678890169469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/1609287678890169469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/12/catalytic-reforming-process.html' title='Catalytic Reforming Process'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-8000137359609163653</id><published>2008-12-03T17:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T18:39:58.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catalytic Reforming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secondary Processing'/><title type='text'>Catalytic Reforming</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catalytic Reforming adalah salah satu proses konversi yang digunakan untuk mengkonversikan low quality hydrotreated naphtha atau straight run gasoline menjadi komponen gasoline dengan angka oktan yang tinggi atau High Octane Mogas Component(HOMC).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa reforming proses yang telah dikembangkan dan dipakai yaitu antara lain:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Platforming process --&gt; lisensi UOP&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Powerforming --&gt; lisensi Esso Reasech &amp;amp; Eng&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ultraforming --&gt; Lisensi Standard Oil, Ind&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Houdriforming &amp; Isoplus Houdriforming --&gt; Lisensi Houdry&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Catalytic Reforming --&gt; Lisensi Chevron&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Reforming process diklasifikasikan berdasarkan cara regenerasi katalis sebagai : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Continuous, Cyclic, Semi regenerative.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini di Indonesia terdapat 2 type catalytic reforming atau lebih dikenal dengan platforming, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Fixed bed catalytic reforming&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Continuous Catalytic Regeneration (CCR) reforming.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membedakan kedua type tersebut adalah dari segi cara regenerasi katalisnya. Pada type pertama, regenerasi dilakukan harus dengan menghentikan operasi, sedangkan pada type kedua, regenerasi dilakukan sementara unit masih tetap beroperasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan CCR adalah unit tetap mampu beroperasi ada aktivitas katalis yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cyclic process&lt;/span&gt; adalah merupakan penggabungan dari keduanya, dimana dalam cyclic process dipasang tambahan swing reactor untuk mempertahankan unit tetap beroperasi selama regenerasi berlangsung. Bila akitivitas katalis dari salah satu reactor menurun maka reactor ini kemudian diisolate dari system dan fungsinya digantikan oleh swing reactor.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Typical feed stock untuk catalytic reformer biasanya adalah Treated Naphtha atau Straight Run gasoline yang mempunyai cut boiling range 80 – 190 oC.&lt;br /&gt;Di dalam umpan biasanya mengandung/terdiri dari campuran komponen-komponen yang diklasifikasikan seperti tabel berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/STdCY2nIVGI/AAAAAAAAAB4/r0KReEBzjAQ/s1600-h/Klasifikasi+feed+reforming.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 86px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/STdCY2nIVGI/AAAAAAAAAB4/r0KReEBzjAQ/s320/Klasifikasi+feed+reforming.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275758483231757410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-8000137359609163653?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/8000137359609163653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=8000137359609163653' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/8000137359609163653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/8000137359609163653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/12/catalytic-reforming.html' title='Catalytic Reforming'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/STdCY2nIVGI/AAAAAAAAAB4/r0KReEBzjAQ/s72-c/Klasifikasi+feed+reforming.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-5093243741999489966</id><published>2008-11-25T04:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T04:17:12.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Dasar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Crude Oil'/><title type='text'>Sekilas Tentang Sifat-sifat dasar Minyak Bumi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minyak bumi atau Crude Oil merupakan senyawa hydrocarbon. Rantai karbon yang menyusun minyak bumi memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar minyak bumi inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi minyak bumi itu sendiri pada pengolahannya. Hal ini juga akan mempengaruhi produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan gugus senyawa karbon, senyawa yang terdapat dalam minyak bumi terdiri dari Parafin, Naphthene, Aromat, Olefin. Komposisi masing-masing senyawa tersebut tidak sama pada setiap minyak bumi. Berdasarkan sifat senyawaan itulah minyak bumi dapat dibagi menjadi:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Parafinik, yaitu rantai hydrocarbon yang memiliki ikatan jenuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naphthenik, yaitu rantai hydrocarbon yang memiliki ikatan siklik dan jenuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aromatik, yaitu rantai hydrocarbon yang memiliki ikatan siklik dan tidak jenuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Campuran, yaitu campuran dari ketiga sifat dasar di atas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembagian di atas, didasarkan kepada jumlah jenis senyawa hydrocarbon yang dominan yang terkandung dalam minyak bumi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain penggolongan berdasarkan senyawa hydrocarbon, minyak bumi juga dibagi berdasarkan berat jenis-nya. Ada yang berat, medium dan ringan. Penggolongan minyak bumi lainnya adalah berdasarkan impurities yang terkandung dalam minyak bumi (terutama sulfur). Minyak yang dikatakan sweet apabila minyak tersebut mengandung kadar sulfur yang kecil antara 0.001 – 0.3 % wt. Kadar sulfur dalam minyak bumi bisa mencapai &gt; 3% wt.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses perancangan pengolahan minyak selalu didasarkan dan memperhatikan sifat minyak bumi yang akan diolah. Oleh karena itu setiap kilang minyak atau refinery hanya bisa mengolah minyak bumi yang memiliki sifat yang sama dengan dasar perancagan kilang tersebut. Minyak bumi yang tergolong berat tidak bisa diolah di kilang minyak yang dirancang untuk mengolah minyak yang tergolong ringan, begitu juga sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-5093243741999489966?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/5093243741999489966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=5093243741999489966' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/5093243741999489966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/5093243741999489966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/11/sekilas-tentang-sifat-sifat-dasar.html' title='Sekilas Tentang Sifat-sifat dasar Minyak Bumi'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-3926501327297128769</id><published>2008-11-23T07:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T07:38:27.452-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catalytic Reforming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secondary Processing'/><title type='text'>Catalytic Reforming, Sejarahnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catalytic Reforming adalah proses dimana komponen minyak ringan atau naphtha yang diperoleh dari proses distilasi dilewatkan pada katalis yang mengandung platina pada temperature tinggi dengan tekanan antara 50 – 500 psig dengan tujuan untuk meningkatkan angka octane dari minyak umpan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catalityc Reforming muncul karena kebutuhan akan minyak dengan angka oktan. Kebutuhan minyak dengan jenis itu telah dikenal sejak awal abad ke 20, namun pada saat itu proses yang digunakan untuk memperoleh minyak dengan nilai oktan yang tinggi adalah dengan proses thermal. Sedangkan proses dengan menggunakan katalis baru diperkenalkan pada awal tahun 1940, dimana menghasilkan jumlah minyak dengan oktan tinggi lebih banyak dengan oktan yang lebih tinggi dibandingkan dengan proses thermal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awal perkembangannya, katalis yang digunakan untuk meningkatkan angka oktan berbasis molybdenum oxide. Pada tahun 1949, terjadi perubahan yang sangat revolusioner dalam industri pengolahan minyak dengan diperkenalkannya platinum sebagai katalis. UOP (United Oil Processing) merupakan perusahan pertama yang memperkenalkan teknologi tersebut. Dengan diperkenalkannya platina sebagai basis katalis, selanjutnya molybdenum oxide akhirnya ditinggalkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UOP (United Oil Processing) memperkenalkan Platforming yang menggunakan teknologi semiregenerative atau fix bed katalis, dimana pada periode tertentu, kilang platforming harus berhenti beroperasi untuk melakukan regenerasi katalis guna meningkatkan kembali aktifitas katalis. Proses regenerasi katalis ini dilakukan dengan membakar coke yang terbentuk dan menyelimuti katalis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini platforming sudah menggunakan teknologi Continuous Catalyst Regeneration (CCR), dimana katalis diregenerasi terus menerus sepanjang kilang beroperasi. Dengan demikian kilang tidak perlu berhenti beroperasi selama proses regenerasi berlangsung. &lt;br /&gt;Walaupun kilang dengan teknologi CCR sudah banyak dibangun, namun kilang dengan teknologi semiregenerative atau fix bed katalis tetap dipertahankan operasi nya sampai saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-3926501327297128769?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/3926501327297128769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=3926501327297128769' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3926501327297128769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3926501327297128769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/11/catalytic-reforming-sejarahnya.html' title='Catalytic Reforming, Sejarahnya'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-4131523875446238053</id><published>2008-11-16T04:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T05:18:38.207-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Primary Processing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk CDU'/><title type='text'>HASIL PRODUKSI DISTILASI MINYAK BUMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika pada &lt;a href="http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/11/crude-distilling-unit.html"&gt;postingan sebelumnya&lt;/a&gt; kita sudah mengenal pengolahan dasar dalam rangkaian pemurnian minyak bumi, sekarang kita coba melihat hasil apa saja yang diperoleh dari Distilasi Fraksinasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengolahan crude oil di Crude Distilling Unit (CDU) sangat tergantung dari jumlah tray dan jumlah stream dari kolom distilasi itu sendiri. Umumnya Kolom distilasi pada Crude Distilling Unit dirancang untuk menghasilkan produk jadi dan intermedia (setengah jadi) seperti berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSAS_XMd6kI/AAAAAAAAAAM/VwhxTEGrvgM/s1600-h/Tabel+produk+cdu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 182px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSAS_XMd6kI/AAAAAAAAAAM/VwhxTEGrvgM/s320/Tabel+produk+cdu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269232443790846530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gas hasil distilasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar di heater untuk memanaskan umpan sebelum dimasukkan ke kolom distilasi, dan sisanya dibuang ke udara setelah dibakar di flare. Fungsinya adalah untuk mengontrol tekanan operasi di kolom distilasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naphtha&lt;/span&gt; selanjutnya dialirkan ke unit pengolahan lanjutan seperti naphtha rerun, naphtha hydrotreater yang kemudian diolah lebih lanjut di unit catalytic reforming untuk menghasilkan komponen premium dengan angka Oktan tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kerosene&lt;/span&gt; langsung dapat dipasarkan. Kerosene dikenal juga dengan minyak tanah. Proses lanjutan dari produk ini sangat tergantung dari jenis crude oil yang diolah di CDU. Jika produk kerosene hasil distilasi masih banyak mengandung sulfur, maka produk ini harus diolah lebih lanjut untuk menghilangkan kadar sulfurnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LGO&lt;/span&gt; merupakan komponen Automotive Diesel Oil (ADO) atau dimasyarakat dikenal dengan ”Solar”. Produk ini bisa juga dijual sendiri jika ada yang membutuhkan.&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HGO&lt;/span&gt; juga komponen Automotive Diesel Oil (ADO). Umumnya produk LGO dan HGO langsung di-blending menjadi ADO atau solar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Long Residue (LSWR)&lt;/span&gt;, selanjutnya dialirkan ke High Vacuum Unit untuk diolah lebih lanjut dengan metode distilasi vakum. Long residue masih mengandung komponen solar, namun fraksi tersebut tidak bisa dipisahkan dengan distilasi atmosferik, karena akan membutuhkan temperatur yang lebih tinggi. Kelemahannya jika temperatur dinaikkan maka minyak bumi tersebut akan mengalami perengkahan yang sangat sulit dikendalikan. Oleh karena itu komponen solar yang masih terdapat di produk bawah kolom distilasi atmosferik dioleh lebih lanjut dengan cara distilasi vakum.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-4131523875446238053?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/4131523875446238053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=4131523875446238053' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/4131523875446238053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/4131523875446238053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/11/hasil-produksi-distilasi-minyak-bumi.html' title='HASIL PRODUKSI DISTILASI MINYAK BUMI'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dl1t4NdkPyo/SSAS_XMd6kI/AAAAAAAAAAM/VwhxTEGrvgM/s72-c/Tabel+produk+cdu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-2128238952145459081</id><published>2008-11-09T08:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T23:32:06.788-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oil Refinery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Primary Processing'/><title type='text'>CRUDE DISTILLING UNIT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Crude Distilling Unit adalah proses utama dalam rangkaian pengolahan minyak bumi. Semua pengolahan minyak bumi umumnya diawali dengan proses ini. Unit ini disebut juga Topping Unit berfungsi untuk memisahkan minyak mentah menjadi fraksi-fraksinya berdasarkan perbedaan titik didih, dengan proses distilasi atmosferik pada temperatur 330 oC. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai mana di ketahui, minyak bumi mengandung bermacam-macam senyawa hydrocarbon mulai dari yang berantai pendek (C1) sampai dengan rantai yang panjang. Dimana setiap senyawa karbon tersebut mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Namun dalam pemisahan atau distilasi minyak mentah, produk yang didapat berupa fraksi-fraksi dimana setiap fraksi mempunyai range titik didih tertentu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRINSIP DASAR DISTILASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai mana di ketahui, minyak bumi mengandung bermacam-macam senyawa hydrocarbon mulai dari yang berantai pendek (C1) sampai dengan rantai yang panjang. Dimana setiap senyawa karbon tersebut mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Namun dalam pemisahan atau distilasi minyak mentah, produk yang didapat berupa fraksi-fraksi dimana setiap fraksi mempunyai range titik didih tertentu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Crude Distilling Unit beroperasi pada tekanan atmosferik yaitu sekitar 1.3 atm. Pada distilasi atmosmerik temperatur umpan yang dipanaskan tidak melebihi 350 oC, karena di atas temperatur tersebut minyak akan mengalami perengkahan (cracking). Hal ini sangat dihindari karena jika terjadi perengkahan akan membentuk coke yang akan menyumbat peralatan di CDU dan produk yang dihasilkanpun tidak seperti yang diharapkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemisahan komponen-komponen dari suatu campuran cairan melalui distillasi tergantung pada perbedaan titik didih dan konsentrasi masing-masing komponen dan campuran cairan tersebut akan mempunyai karakteristik titik didih yang berbeda. Sehingga proses distilasi sangat bergantung pada karakteristik tekanan uap campuran cairan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-2128238952145459081?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/2128238952145459081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=2128238952145459081' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2128238952145459081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/2128238952145459081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/11/crude-distilling-unit.html' title='CRUDE DISTILLING UNIT'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3275569921189916710.post-3753881915789116395</id><published>2008-03-21T18:16:00.000-07:00</published><updated>2008-03-21T18:33:47.028-07:00</updated><title type='text'>Buy a Business, or Franchise</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The etymology of "business" relates to the state of being busy either as an individual or society as a whole, doing commercially viable and profitable work. The term "business" has at least three usages, depending on the scope — the singular usage (above) to mean a particular company or corporation, the generalized usage to refer to a particular market sector, such as "the record business," or the broadest meaning to include all activity by the community of suppliers of goods and services. However, the exact definition of business, like much else in the philosophy of business, is a matter of debate.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Whatever the definition of business for mostly people, to start a business is a difficult work. They are not enough of courage to begin a business, because as their opinion, business is a job with a lot of risk.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;However, to start a business we need the courage, about the risk you can look for the low risk. Many people start their business by using franchises, and they rich the success. Franchising is a method of doing business wherein a "franchisor" authorizes proven methods of doing business to a "franchisee" for a fee and a percentage of sales or profits. The advantage of the franchise are quickly based on a proven trademark and formula of doing business, as opposed to having to build a new business and brand from scratch (often in the face of aggressive competition from franchise operators). A well run franchise would offer a turnkey business: from site selection to lease negotiation, training, mentoring and ongoing support as well as statutory requirements and troubleshooting.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;So, Buying an establish business and get a franchising system is a good way to make money whether online or offline business.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3275569921189916710-3753881915789116395?l=tentang-bisnisku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/feeds/3753881915789116395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3275569921189916710&amp;postID=3753881915789116395' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3753881915789116395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3275569921189916710/posts/default/3753881915789116395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tentang-bisnisku.blogspot.com/2008/03/buying-business-or-franchise.html' title='Buy a Business, or Franchise'/><author><name>dasir</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15475612606744142261</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
